Senin, 02 April 2012

Hidup Penuh Misteri: Bertanyalah. . . !!!

Hidup Penuh Misteri: Bertanyalah. . . !!!: Taukah engkau, jari-jariku terasa lelah menulis dan menulis. Tapi ku bisa apa? Ku hanya mampu menuliskan tentang keluh kesah ku disini. Aku ...

Bertanyalah. . . !!!

Taukah engkau, jari-jariku terasa lelah menulis dan menulis. Tapi ku bisa apa? Ku hanya mampu menuliskan tentang keluh kesah ku disini. Aku tak tau ini penting atau tidak asalakan ku bisa mengurangi rasa isi hati ku yang gundah gulana. Menuliskan sebuah perjalanan hidup tak ada habisnya. Tak ada henti karna perjalanan hidup kita masih terus berputar. Walaupun kita telah tiada bakal ada perjalanan hidup lagi yang penuh debar rasa dan itu yang paling kita takutkan, akankah kita bahagia atau menyesal saat disana, Entahlah ? Saat kita berpikir mungkin banyak hal yang perlu kita pikirkan, bagaimana timbul ide-ide hidup, bagaimana cara mengembangkan semua itu dalam sebuah perjalanan hidup. Hidup bak seperti "Misteri dan Dongeng", misteri yang tak pernah terpecahkan, Dongeng yang tak pernah habis dimakan masa, dongeng yang membawa cerita baik itu hanya imjinasi, khayalan, ilustrasi bahkan kenyataan hidup ini, kita tidak pernah tau kehidupan dalam sebuah misteri. 

Kadang tak banyak dari kita yang paham akan kehidupan itu. Kadang kita menyalahkan hidup dengan kerasnya tantangan, kadang kita menyalahkan hidup yang kita jalani adalah penyebab dari sebuah kegagalan, ketidak berhasilan, ketidak nyamanan, ketidak harmonisan, ketidak selarasan antara satu dengan yang lainnya, kadang juga kita penuh dengan penyesalan akan hidup yang kita jalani ini sebagai musuh, kadang kehidupan bisa membuat kita terus berpikir apakah arti kehidupan ini dan terus mencari arti kehidupan ini? Apakah kita tahu akhirnya? "Tidak". Kita tak menyangka apakah kita bisa sedih, atau senang dengan kehidupan. Kebanyakan kita selalu berpikir kehidupan ini penuh dengan liku-liku kesedihan tanpa kita sadari kebahagiaan yang kita dapat selama ini sirna seketika pada saat satu kesedihan datang. Bahkan kesedihan kecil saja dapat menutupi kebahagiaan besar yang telah kita nikmati dan kita jalani.  Hal yang sepele sekalipun telah dapat merusak citra kebahagiaan itu. Kita tidak pernah sadar kebahagiaan yang datang, tapi kita sadar dan ingat akan kesedihan yang telah datang melanda. Jika kita ditanya berapa banyak kesedihan maka kita cepat menjawabnya "Tak terhingga" tetapi jika kita ditanya berapa banyak kebahagiaan yang datang dalam hidup kita, maka kita sambil mengaruk kepala seraya berpikir lama tuk menemukan jawaban itu. Tidak dipungkiri contohnya aku yang kadang melakukan hal itu. 

Jujur aku yang kadang berpikir jernih saja bisa salah berpikir karna satu hal kecil. Memang aku tidak biasa membesar-besarkan masalah yang aku hadapi, toh aku rasa itu hal yang tak perlu. Tapi aku selalu membesarkannya dalam pikiranku, ingatanku, dalam imajinasiku. Masalah kecil kadang aku kaitan dengan hal-hal yang negatif, dimana aku yang tidak bisa berpikir jernih saat itu bertindak bodoh. Bertindak sebagai orang lain dalam diriku sendiri, bertindak arogan, bertindak menjadi aku yang bukan aku. Aku yang diliputi rasa kekecewaan aku yang dilanda kegelisahan akan selalu resah dalam masalah yang aku hadapi. Aku kadang tak mampu mencerna kehidupan yang aku jalani berpikir hidup aku ini adalah sebuah "Beban". Jika kalian baca mungkin kalian akan menilai aku adalah manusia yang tidak bisa bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Yang Maha Esa, tapi jujur lah pada kalian juga, saat kalian merasakan hal yang sama maka apa yang kalian lakukan apakah benar? Apa yang kalaian imajinasikan merupakan hal yang positif? Apa yang kalian lakukan saat kalian berada dalam satu masalah bisa dengan mudah berpikir cepat akan hidup? Aku tak yakin kalian tak pernah mengeluh dan menyesali kehidupan ini. 

Mungkin aku adalah bagian kecil sosok manusia yang menyesali kehidupan aku saat ini. Kita tidak penah tau kadang banyak diantara kita juga yang lebih dari ini melakukan hal-hal yang bodoh saat berada dalam sebuah kegelisahan hidup dan perjalan hidup saat terpuruk. Banyak orang yang tertekan, terbebani menjalani hidup sehingga jalan nekad yang dia anggap pemecahan masalah dia lakukan. Contoh kecilnya "mengakhiri hidup" dengan alasan beban kehidupan yang kadang kita cari tau masalahnya adalah permasalahan kecil. Nah, , ,berpikirlah tindakan apa yang jika seseorang melakukan hal tersebut? Jadi, Jika aku hanya menuliskan keluh kesahku saat ini masih bisakah kalian bandingkan dari mereka yang mengambil jalan pintas tuk pemecahan suatu masalah? 
Sebagian besar yang membaca tulisan ku ini akan berkata dan berkomen, aku adalah bodoh! Ku bisa terima, tapi jangan bilang kalian juga tak pernah bodoh seperti aku, kadang yang lebih parah bisa saja terjadi diantara kalian juga. Aku mengeluh semua ku luapkan ke dalam tulisan ini, jarang ku luapkan dengan orang sekitarku. Ada kepuasan tersendiri yang aku rasakan dalam menulis keluh kesah tentang hidupku. Aku mungkin adalah sebagian kecil yang menuliskan tentang hidup jauh sebelumnya adalah orang-orang hebat yang menuliskan sebuah media seperti ini. 

Facebook, Twitter, Blogger, Ym, BBM mungkin ini sebuah media yang kadang menjadi bahan pelampiasan dalam hidup kita saat ini. Facebook, , , kadang menjadi salah domisili dalam hidup kita. Yang kadang kita jenuh, jengkel, penat, senang, gembira, sedih bahkan kadang hal-hal yang tidak penting kita tuangkan dalam facebook itu sendiri. Nah. . . sekarang pikirkan jika itu pernah lakukan pada kalian, apakah kalian cukup pintar dalam menjalani hidup? Hal sepele banyak tertuang lewat facebook itu sendiri. Bahkan mau apapun yang kita lakukan sempat kita menuliskan yang kita lakukan lewat facebook itu. Contoh kecilnya : "ach, , , laperrr . . .!!!", "Ngantuk. . .", setidaknya kita bisa berpikir, apalah guna kita menuliskan seperti itu. Mungkin kadang yang membacanya seraya dalam hati "Bodoh amat,mau laper, mau tidur apa urusannya ama aku, toh pakek di muat dalam facebook, macam tak ada kerjaan segala dan berharap orang laen tau membacanya dan bertanya langsung lewat facebook itu" dan apakah kalian yakin dia langsung makan saat menuliskan "laperr" apakah dia langsung tidur saat menuliskan "ngantuk" jawabnya mungkin "Tidak", kenapa aku jawab begitu, jelas pasti dia menunggu sebuah komen, sebuah "Like" dan sebuah balasan dari komennya, dan secara tidak langsung dia berbohong saat dia berkata "laper dan ngantuk". Segitu juga dengan twitter, dan sebagainya. Ku memang mengambil semua yang ada dalam dunia teknologi media. Baik itu facebook, twitter, blogger, BBM, camfrog, aku pun memakainya. Jujur dari sekian banyak media yang telah banyak beredar aku sering menggunkannya. Facebook tak begitu ku gunakan sebagai pelampiasan kehidupanku, aku lebih luas dan puas menuliskan blogger yang belum kupahami sangat tuk media pensharingan kahidupanku. 

Bisa dibilang aku saat ini adalah bukan aku yang biasa berdiri tegar menghadapi masalah, aku yang saat ini telah rapuh dan aku yang kali benar-benar "Galau". Kata galau mungkin yang tau tentang aku akan ketawa dan gak percaya bahwa seorang diriku bisa "Galau". Dengan senyum kadang ku jawab aku juga manusia yang bisa merasakan apa yang kalian rasakan juga dan mungkin itu wajar kan. . . !!!! Orang yang dulunya adalah seorang pejuang hidup bisa hancur kok dengan satu titik masalah sepele apa lagi aku yang masih merupakan sekian orang yang mudah berpikir pendek. Umur tak bisa menjadikan seseorang terus bisa berpikir jernih saat dilanda masalah, Jika kalian tidak percaya lihatlah orang-orang disekitar kita. Orang tua kadang saja bisa berpikir yang tidak-tidak saat hidupnya sedang di uji dengan cobaan dari Sang Maha Kuasa, apa lagi kita yang bisa dibilang belum terlalu banyak merasakan garam kehidupan ini. Dengan mudah dan dengan simplenya bisa bisa rapuh dan mudah mengikuti hal-hal yang tak mungkin yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Sadarkah kita akan hal itu? Taukah kita akan hal itu pula? Jadi janganlah terus berkata "Aku adalah yang mengerti dengan kehidupan ini dari kalian" maka jawabannya salah. Kita lihat saja jika ada orang yang berkata demikian, seberapa tahukan dia tentang kehidupan, seberapa mengerti tentang kehidupan dan seberapa besar dia menjadi kita?  Jangan bilang kamu tidak pernah merasakan manisnya kehidupan di dunia ini dan jangan bilang pula kamu tak pernah merasakan pahitnya dunia ini. Aku tak percaya itu jika kedua hal itu tidak pernah engkau rasakan. 

Misteri hidup tak pernah bisa kita buka. Kita akan bagaimana kedapannya, kita tidak pernah tau. Apakah maju ataukah mundur? Kita tidak pernah tau akan hal tersebut. Yang harus kita lakukan adalah melaluinya, menjalaninya, mengalaminya dan memikirkannya untuk hidup kita. Kita tidak pernah tau akan hari esok seperti apa, kita tidak akan pernah tau hal itu? Jika ke galauan yang aku rasakan saat ini membuat ku berpikir dan selalu berpikir. Apa yang harus aku lakukan untuk hidupku, untuk dunia ku, untuk ceritaku dan untuk segalanya. Mungkin dengan perasaan aku yang saat ini bisa ku jadikan sebuah pelajaran dan pengalaman untuk hidupku. Pengalaman yang kan membawaku untuk segala bidang dan segala hal. Pengalaman yang mengajarkanaku akan arti hidup. Pengalaman yang kan selalu membawaku berpikir dan terus berpikir. Pengalaman yang akan membimbigku melangkah dan berjalan. Semua terjadi begitu singkat dan cepat terjadi. Pastinya tidak aku inginkan hal ini terjadi, bahkan jika roda waktu bisa ku putar ulang, maka ku tak ingin merasakan hal ini. Dan begitu pula dengan kalian yang menginginkan waktu kan berulang kembali di saat kita bahagia bukan terluka. Mengeluh memanglah bukan jalan hidup, karna semakin lama kita mengeluh maka semakin terasa sakit apa yang kita rasakan saat jatuh bekasnya masih terasa sampai tidak bisa kita hapus bekas luka itu sendiri. Luka dalam hidup memang tak nampak oleh kita, tetapi kita dapat merasakan luka itu begitu sangat menyakitkan lebih dari luka tertusuk duri dalam hutan. Luka yang meberikan bekas kenangan dalam menjalani hidup, luka yang akan selalu berada dalam ingatan dan sanubari kita dan sulit kita hapus menjadikan luka terhebat dalam hidup kita. Menghapus air mata tak begitu mudah dengan menghapus kenangan kehidupan kita dalam perjalanan hidup yang kian kita jalani semakin kita tak tau apa artinya. Air mata yang kita keluarkan pada saat terluka adalah air mata sia-sia yang kita keluarkan tanpa kita sadari air mata pada saat itu tidak memiliki arti dan gunanya bagi kita, karna air mata itu akan menambah rasa luka buat kita sendiri dan terasa menyiksa kita. 

Air mata yang jatuh akan menjadi akhir sebuah kepedihan yang kita rasakan. Air mata juga lah yang menjadi sebuah lukisan pengganti tinta kita saat mulukiskan sebuah kehidupan. Sebuah tinta yang akan menggambarkan sebuah lukisan kehidupan pada saat itu, sebuah lukisan nyata dalam diri kita dan itu benar-benar adalah asli bahwa diri kita itu adalah lemah. Air mata menjadi saksi sebuah kehidupan. Kepada siapa kita mengakhiri rasa sakit, rasa kecewa, rasa kepedihan, rasa gundah, rasa perih, serta rasa yang membuat kita hancur, maka jawabannya adalah "Air Mata" karna dia lah yang mengakhiri itu saat-saat pikiran itu ada. Jangan bilang air mata itu tanda kelemahan kita, karna air mata juga bisa membuat kita kuat akan hidup, bertahan akan hidup. Kita bisa berpikir bahwa kita tak akan mengeluarkan air mata lagi dan berharap air mata itu tidak ada lagi. Tapi kita tidak bisa menghindarinya, terimalah saat air mata itu menjadi bagian kehidupan kita. 

Aku sadar bukan orang yang kuat menghadapi segalanya, jadi maafkan aku jika ku banyak mengeluh serta protes dengan hidup yang pernah aku jalani. Maafkan kali ini yang telah menjadi orang yang bodoh dalam hidupku. Tapi hanya ini yang bisa aku lakukan dalam hidupku. Aku hanya berharap ke depannya aku bisa menjadi pribadi yang seutuhnya bisa menerima kegagalan demi kegagalan, kekecewaan demi kekecewaan. Aku tak tau kini apa yang harus aku lakukan atas hidupku. Rasanya ingin aku puaskan menangis, puaskan berteriak, puaskan melemparkan rasa kekecewaan ini jauh-jauh dalam hidupku, tapi aku belum sanggup dan tak kuat akan hal ini. Akan rasa ini, akan penderitaan aku ini. Hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT lah ku serahkan kehidupan ku ini, Ku berdo'a atas Rahmat-Nya, ku memohon atas karunia-Nya, ku berlindung atas keteduhan-Nya, ku mencari atas ridho-Nya, dan semua akan ku kembalikan kepada-Nya pula. Karna semua ini bermula dari-Nya dan ku memohon hal itu kepada-Nya. Permintaan demi permintaan ku panjatkan kepada-Nya dalam setiap do'a dan sujudku untuk-Nya, berharap terdengar oleh-Nya, dan dikabulkan harapku dari-Nya. Aku tak tau jika Engkau bosan medengarkan keluhan ku ini, pastinya aku tidak ada lagi di dunia ini. Jika Engkau mau pasti Engkau lakukan kepada ku, tapi Engkau masih memberikan ku suatu ujian yang mana aku masih sanggup menjalaninya karna Engkau memilih orang-orang yang kuat atas apa yang menjadi pilihan-Nya. Aku adalah orang-orang pilihan-Mu untuk menjalankan ujian-Mu, aku adalah orang-orang suruhan-Mu yang akan mampu akan cobaan-Mu pastinya akan ada hal yang Engkau persiapakan untukku kelak dan menjadi sebuah "Misteri" bagiku dan bagi orang-orang yang telah Engkau pilihkan sebelumnya.

Kini ku mulai lelah atas jari-jari kecil ku yang menuliskan atas isi dalam kepalaku, pikiranku, isi dalam hatiku. Begitu lemah tuk melanjutkan, begitu lelah tuk menahannya, begitu resah memikirkannya. Namun, jari-jariku tidak bisa mengeluh dengan ku betapa bodohnya aku menuliskan ini semua, betapa bodohnya aku menyuruh jari-jariku menuliskan semuanya, betapa egoisnya aku menyuruh jari-jariku untuk tidak mengeluh. Padahal aku sering mengeluh, jika ku berpikir semua anggota tubuh ku mengeluh kepadaku, maka tak sanggup aku mendengarkan ocehan dan keluhan mereka bahkan mengabaikan keluhan tersebut. Maha Besar Engkau ya Allah atas keluhan yang aku lontarkan kepada-Mu tanpa ada rasa lelah dan bosan mendengarkan semuanya.  Jika aku mendengar kaki ku mengeluh saat ku suruh berjalan di jalan yang berlumpur, jalan yang berlubang, jalan yang berliku maka seraya dia akan berkata "Aku lelah mengikuti langkah mu yang menyuruhku berjalan tanpa aku inginkan" tapi ku tak peduli. Jika mata ku mengeluh akan setiap  waktu ku suruh melihat keindahan dunia kesan kemari dan mata ku yang kian terus meneteskan air mata saat ku suruh meneteskan air mata maka jika dia bisa berkata "Aku sudah bosan meneteskan air mata, betapa kurang bersyukurkah atas engkau di beri mata indah dan kini kau rusak pemberian-Nya dengan air mata yang terus menyuruh mengeluarkannya" aku benar-benar tidak sanggup untuk keluhan anggota tubuhku ini. 

Aku benar-benar kalah dengan semuanya, aku benar-benar tak sanggup Ya Allah. Aku tidak bisa memecahkan misteri kehidupan-Mu yang telah Engkau gariskan kepada umat-umat-Mu, sunggup ku tak bisa menghapus jejak-jejak takdir-Mu, lukisan kehidupan-Mu yang telah Engkau persiapkan kepada mereka hamba-hamba-Mu yang pantang mengeluh. Lelah berjalan, tidak berarti lelah Engkau menuntunku, tidak berarti Engkau berikan cobaan melebihi batas kemampuanku, Engkau yang telah memilihku, maka pilihlah aku sebagai umat-Mu yang tidak mudah putus asa, tidak muda mengeluh dan tidak mudah pasrah dengan keadaan. Pilihlah aku sebagai umat-Mu yang benar-benar berada dalam pilihan-Mu. 

Biarlah tuk saat ini ku tanggung deritaku yang merusak harapanku. Ampuni segala kekhilafanku ini ya Allah, limpahkan lah kesabaran dan ketabahan untuk hidupku ini ya Allah. Kirimkan aku orang-orang yang akan membantu aku menompang semua gundahku, orang-orang yang menjagaku, membibingku, menguatkan ku, mengasihiku dan mencintaiku. Permintaan kecilku adalah kirimlah Cinta untuk Cintaku. Jangan kirimkan Cinta yang akan menghancurkan kulagi ya Allah. . . Kirimkan segera Cinta itu untukku, karn aku benar-benar tak sanggup tanpa penguat hatiku. Tiada upaya tanpa ke ikhlasan-Mu untukku, tiada yang berguna bagiku selain cintaku. Cinta yang akan mebangunku, cinta yang akan memulai segalanya dan cinta yang akan mengakhiri segalanya. Cinta yang katanya indah tidak bisa aku rasakan saat ini itu adalah cinta. Cinta yang katanya semanis gula tapi pahit seperti empedu buatku. Cinta yang banyak dibicarakan orang, tapi cinta itu jauh dengan diriku,cinta yang banyak mengisahkan sejuta kenangan indah, bagiku terlalu fana dan hampa. Dunia cinta bagiku ibarat Maya. . . .